gambar diambil dari sini

Kotbah Bu Iin minggu ini mengingatkan saya bahwa kita merupakan angkatan yang hidup pada ambang akhir jaman (sudah didengungkan sejak bertahun-tahun lalu, dan saya mengimaninya, karena bukankah kita harus hidup sebaik-baiknya seakan tidak ada lagi hari esok? ūüôā ), maka setidaknya yang harus kita lakukan adalah [jangan] jahat, malas dan tidak berguna. Biasa banget yaaa? saya dan pastinya semua orang juga tahu kok tentang 3 jangan tersebut, tapi namanya manusia terkadang suka lupa, makanya pengen ditulis sebagai reminder saya. Sudah tahu sih… tapi apakah 3 hal itu adalah perkara sederhana? bagi saya pribadi ini perlu perenungan yang dalam serta instropeksi diri dengan jujur, dan untuk menjadikannya sebagai¬†bagian dalam hidup kita, hmm itu adalah perkara yang lebih sulit lagi #tetaplahberusaha.

Jangan jahat

(Roma 12:9) Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Banyak banget ayat tentang hal ini, salah satunya adalah ayat diatas. Tidak perlu lah ya dijelaskan¬†apa yang dimaksud dengan kejahatan. Bukan hanya perbuatan yang jelas2 melanggar hukum saja tapi hal kayak marah yang berlarut, mencuri waktu kantor *saya ngacung… kadang2 BW saat jam kerja hiks* adalah hal yang jahat, lainnya¬†masih banyak lah ya…

Jangan Malas

Beberapa ayat tentang kemalasan:

(amsal 13:4) Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

(amsal 21:25) Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.

(1 Tim 5:13) Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter *membual*  dan mencampuri soal orang lain  dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.

Berikut adalah beberapa blogger favorit saya yang menurut saya rajin, tekun, telaten, suka bekerja, pada intinya tidak malas. Saya memang masih bayik banget di dunia perblogingan ini, tapi sejak menemukan blog mereka beberapa tahun lalu, saya suka berkunjung sebagai silent reader *karena lewat cerita keseharian mereka ada banyak hal yang memberi inspirasi*, nah setelah saya punya blog sendiri, tentu saja saya follow blog mereka dan mulai berani comment.

Mbak Allisa, yang selalu tampil cantik, karir OK, keluarga terawat dengan baik, anak2 sehat, pintar dan dididik dalam Tuhan, dan tidak segan turun tangan membuat rumah selalu rapi dan bersih. Saluut.

Mak Sondang #blogdiprivate, ibu dengan 3 orang anak yang pintar2, punya karir bagus, jarang mengeluh *meskipun saat ini harus pp jakarta bandung tiap hari*, weekday hanya tidur 3-4 jam, tapi tetap punya waktu menyiapkan menu makanan sehat untuk keluarga tercinta sebelum berangkat kerja dini hari. Luar biasa!

Mbak Nella yang saat ini tinggal nun jauh sana di Jerman, hasil kerajinan dan ketelatenan tangannya dapat di nikmati lewat tanaman2nya yang sukses bikin iri :D, bahkan setelah punya si kecil Ben, semangat berkebunnya tidak surut, keluarga juga tetap terawat dengan baik.

Ko Arman¬†ganteng, yang menetap dan sukses berkarir di US, family man banget, meskipun capek pulang kerja tetap bersedia¬†main dengan anak2, weekend juga rajin anter dan nemenin anak2 les ini dan ono… hebaat!

lha kenapa jadi kayak ngabsen yak?! hehehe sebenarnya masih banyak blogger yang menginspirasi, tapi kalo disebutin semua beneran jadi daftar absen blogger¬†deh ūüôā

Jangan Tidak Berguna

(Matius 25:30) Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Contoh sederhana, abis lebaran biasanya para pemudik akan kembali ke ibukota dengan membawa sanak saudara dan tetangga, semua ngumpul sesek2an¬†dalam kontrakan kumuh *kita bicara kelas bawah ya* Ibu Iin pernah nanya “kenapa sih bawa2 orang ke jakarta, kan belum tentu ada kerjaan?” jawabnya “abis kasian bu, semiskin miskinnya kita di sini, untuk dapat uang 10 ribu ngemis sebentar juga dapet, tapi kalo di kampung gak punya pekerjaan, seminggu juga belum tentu dapet 10rb”. Jangan diliat dari sisi kependudukan, dampak sosial dsbnya ya… saya hanya mau menggarisbawahi hati orang2 kecil yang punya belas kasihan terhadap sesamanya.

Captain Budi Soehardi salah satu dari 10 penerima award CNN Hero 2009 dan istrinya Ibu Peggy. Beliau adalah mantan pilot Singapore Airlines dan sekarang di Scoot Airlines sedangkan Ibu Peggy adalah mantan pramugari Garuda Airlines. Captain Budi dan Ibu Peggy adalah founder dari Roslin Orphanage di Kupang, NTT yang secara resmi berdiri pada tahun 2002. Berawal sekitar 1999 saat Pak Budi tergerak hatinya oleh belas kasih menyaksikan tayangan tv tentang penderitaan anak2 di Kupang pasca jajak pendapat Timor Timur, saat itu mereka tinggal di Singapore, hidup nyaman dengan fasilitas first class sebagai pilot Singapore Airlines, dan saat itu mereka hendak pergi liburan.

Tapi Pak Budi, istri dan anak2nya merelakan untuk membatalkan liburan, kemudian terbang ke Kupang dengan maksud memberi dan mengkoordinir sumbangan *berapa banyak kita terutama saya yang berhenti hanya pada hati yang tergerak, tapi tangan dan kaki tidak ikut bergerak*. Alih2 kembali ke Singapore dengan puas karena merasa sudah berbuat sesuatu sesuai kapasitasnya, digerakkan cinta akan sesama, Pak Budi dan Ibu Peggy malahan mulai merintis mendirikan panti asuhan bagi anak2 itu.

Jangan ditanyalah ya tantangan2 yang dihadapi mereka, awal2 Pak Budi merelakan seluruh gajinya untuk operasional orphanage, Ibu Peggy sang mantan pramugari turun tangan macul tanah gersang Kupang, anak2 mereka setiap liburan sekolah terbang ke Kupang. Bermula dengan 20-30 anak saat awal mula berdiri, sekarang mereka telah menjadi orangtua bagi lebih dari 180 anak. Bukan itu saja, mereka juga ada jadwal rutin keliling desa2 di sekitar untuk membagikan makanan sehat dan hasil panen, air bersih, pelayanan kesehatan, memberi edukasi tentang kebersihan dan kesehatan, perpustakaan mobil dsbnya.

Puji Tuhan, bermula dari tanah kosong gersang, sekarang mereka punya beberapa gedung panti dan gedung sekolah yang berdiri diatas tanah seluas 11rb m2 lebih , mampu swasembada pangan diatas lahan 50rb m2 dan ada 50rb m2 lagi yang siap digarap, dan beberapa anak2 asuh mereka sedang menempuh pendidikan di university. Jangan bayangkan semua dicapai dengan mudah ya, tiba2 BOOOOOM dan jadi seperti sekarang. Dulu, setiap saya masuk ke blog Roslin, pasti airmata menetes tanpa dapat ditahan, airmata haru. Tapi ya itu, hanya sampai pada hati yang tergerak *tahun 2010an pernah sih ngajakin teman2 komsel untuk jadi volunteer ke Roslin, tapi mungkin belum waktuNya jadi tidak terlaksana*. Sejak siaran pemberian award CNN Hero yang mendunia, Puji Tuhan… volunteer dari dalam dan luar negeri terus berdatangan, begitu juga donasi. Tapi apa Pak Budi dan Ibu Peggy berubah? tidak sama sekali, masih rendah hati, masih penuh kasih, masih mengangkat tangan mengucap syukur, dan menunduk berdoa saat ada tantangan dan rintangan. #angkattopi.

gambar diambil dari sini. Sejujurnya saat akan menulis ini saya¬†sudah cukup lama tidak berkunjung ke blog Roslin Orphanage, sudah lupa juga bawa mereka dalam doa. Di tengah menulis sampai part “jangan tidak berguna” tiba2 saya teringat kembali¬†Pak Budi dan Roslin Orphanage

Di sekitar kita pasti masih banyaaak banget orang2 hebat *yang berguna bagi keluarga dan sesama*, beberapa diantaranya sering diliput di siaran tv nasional misalnya di acara kick andy. Memang seharusnya orang2 seperti ini lebih banyak di expose, untuk membuka mata dan menggerakkan hati kita, dan mulai ikut melakukan sesuatu. Lalu, apa yang sudah saya lakukan? #termenung.

Bicara sebagai emak2 atau perempuan, perikop di bawah ini adalah cita2 mulia sepanjang masa:
(Amsal 31:10-31) 

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.  Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap. Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya. Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri. Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

AMIN

AL

Advertisements