Glamping aka glamorous camping, gaya hidup kekinian di kalangan kaum urban. Glamping ini cocok bagi pemula seperti kami, yang ingin sok2an camping tapi gak mau ribet dengan segala urusan peralatan tidur, makan dan tenda dsb. Karena lagi hits maka gak heran glamping ground sudah menjamur dimana-mana. Yang dekat dari Jakarta ada di Gunung Pancar, Sentul, Puncak, Bogor, Sukabumi, Lembang, Ciwidey dll. Pernah survey2 *via google* πŸ˜€ untuk dapat merasakan pengalaman glamping kita harus merogoh kocek yang lumayan, rata2 mematok harga 300k-600k per orang.

Sampai pada suatu hari yang cerah πŸ˜€ saat saya kembali bermain di traveloka dalam rangka mencari wangsit ide mengisi 1-2 hari libur lebaran kemarin, muncullah opsi Herman Lantang Camp #HLC ini. Klik satu persatu mulai dari deskripsi, harga, photo, lanjut baca review yang bagus2. Sepertinya cocok nih, karena harganya bersahabat, bonus nanti bisa berkenalan dengan pendiri dan pemiliknya yang adalah seorang legend di komunitas pecinta alam. Om Herman Lantang, beliau adalah salah satu pendiri Mapala UI, sekaligus sahabat Soe Hok Gie.

Setelah diskusi sama Pak Suami, akhirnya saya booking 2 camp via traveloka, karena selain harganya lebih murah dari publish rate di Admin HLC, masih dapat potongan 10% promo ramadhan. Jadi untuk 2 camp (1 camp kapasitas 4 org) harganya kurang dari 800k yeayyy! (updated : harga per Maret 2017 sekitar 800-900k per camp di traveloka).

Senin, 4 Juli 2016 merupakan hari pertama libur lebaran, kita berangkat pukul 8.15. Sesuai perkiraan perjalanan lancarrrr sampai keluar pintu tol Bogor. Dari pintu tol perjalanan masih lanjut sekitar 50 menit, setelah melewati Highland Park Resort (Mongolian Camp) , sampailah kita di #HLC.

2
Gerbang 1 – TNGHS
1
Gerbang  2 – TNGHS
3-4
Sekitar 300-400 meter dari gerbang ke-2 akan kita jumpai jembatan #HLC di sebelah kanan jalan
5
Tempat parkir camp dan Taman Nasional. Pas datang agak sepi, tapi pas kita pulang keesokan harinya, parkirannya penuh karena sebagian orang sudah memanfaatkan hari libur lebaran untuk wisata. Setelah bangunan merah itu sudah masuk area taman nasional. Jembatan HLC persis sebelum parkiran ini.
6
Kita sampai sekitar 10.30 dan belum bisa check in karena waktu check ini jam 2 siang. Memang rencananya kita mau main ke curug dulu. Jadi setelah registrasi kita berangkat ke curug sambil membawa makan siang yang sudah disiapkan dari rumah oleh teman kita. Tapi sebelumnya wefie dulu donk dengan background Gunung Salak πŸ˜€
IMG_20160704_105312_HDR
Barisan pohon pinus. Mau nari-nari? bisaaaa
IMG_20160704_105238_HDR
mau lari-lari? bisaaaa
9
narsis bareng mami? bisaaaa. Tapi tetap harus hati2 ya, karena ini adalah jalan raya πŸ˜€
10
Banyak warung minuman dan makanan ringan. Ada juga warung nasi, sepertinya kalo bukan bulan puasa bakal lebih meriah dagangannya
11
Wefie dengan latar belakang camping ground yang berada di dalam taman nasional

 

12
Makan siang dengan memanfaatkan lapak pedangang yang kosong
13
Kita enak2 makan pakai tuna suwir pedas dan bakut sayur asin, anak ini makan nasi pakai sosis aja (itu juga dipaksa, makanya mukanya melasss ngono hiks). Kok picky nya belum berkurang ya, padahal udah 4 tahun *sigh*

CURUG NANGKA

wp-image-789100614.
Selesai makan kita langsung beberes. Jalan Sedikit nanti ada petunjuk arah, kalo ke bawah (masuk sungai), itu menuju Curug Nangka. Sedangkan untuk ke Curug Kaung dan Curug Daun, kita diarahkan ke atas
14
Kondisi perjalanannya seperti ini, kalo debit air normal, paling dalam hanya mencapai selutut dewasa. Asik sih, airnya jernih dan sejuk, Tapi tetap harus hati2 karena bebatuannya licin.
15
Ini dia… Curug Nangka…
17
Bocah kedinginan karena cipratan air πŸ˜€

16

 

17b
Setelah puas bernarsis ria menikmati keindahan dan kesejukan  air curug nangka, kita kembali ke HLC. Ternyata sudah bisa check in. Bangunan atap hijau itu adalah bangunan serbaguna. Karena disitu adalah tempat tinggal Om Herman dan Tante Joice (mereka punya rumah juga di Jakarta), disitu tempat sarapan (menu biasanya nasi goreng dan roti bakar), disitu cafetaria (mulai dari pop mie, makanan kecil, pisang goreng dll), disitu juga tersedia air mineral galon, kompor, kopi, teh dan gula yang dapat kita seduh sendiri dengan bebas. Di lantai atas bisa dipakai untuk sholat. Backgroundnya adalah gunung salak yang kadang terlihat jelas, kadang tertutup kabut. sebelah kanan adalah deretan tenda. Pada awal berdiri hanya ada 10 tenda masing2 berkapasitas 4 orang. Saat ini sudah ada 15 tenda, dan sepertinya akan terus bertambah.
18
Rombongan teman gereja Om Herman yang datang dari Jakarta untuk merayakan ultah Om Herman yang telah lewat beberapa hari lalu.
20
Bocah gabung renang dengan anak2 lain. Tapi diam seribu bahasa, ada kakak yang tanya namanya, malah dia pasang muka judes. *tepok jidat*. Maaf yah kakakkk, kalo judesnya lagi kambuh, ya gini kelakuannya, tapi kalo lagi normal, anaknya manis kok :))
22
spot api unggun
24
Suasana malam di camp. Malam ini tenda yang terisi hanya 5. Tapi pas Idul fitri katanya sudah full booked.
25
Menghalau dingin dengan ngeriung di Api unggun. Keluarga yang disebelah kanan itu akan menginap 4 malam… ckckck hebat ya, padahal ada 1 peserta yang masih bayi 1 tahunan.
26
Setelah kayu api unggun jadi arang, saatnya untuk membakar jagung.
27
Bocah yang tertidur lelap setelah menghabiskan 2 potong jagung bakar πŸ˜€
28
Mount Salak at 6 am
30
Mt. Salak at 7.30 am. Setelah semua pasukan bangun, cuci muka dan nyisir alakadarnya kita kembali masuk ke taman nasional. Sarapannya nanti saja setelah kembali dari curug, karena sarapannya juga belum siap. Tante Joice masak sendiri, yang bantu2 sudah libur dalam rangka menyambut lebaran.

 

31
Camping ground di dalam taman nasional yang sudah lebih ramai dibandingkan kemarin siang. Kapan ya, bisa naik tingkat camping di tenda gini? tanpa kasur empuk??  errrr kapan2 aja deh πŸ˜€ Tapi kalo disini ada plusnya, bisa pasang hammock di pohon pinus itu untuk bersantai

CURUG DAUN

32
hello Curug Daun.
33
masih belajar pakai tongsis πŸ™‚

34

35
Curug Daun ini adalah curug yang  letaknya di tengah. Paling atas adalah Curug Kaung/Kawung (kita gak kesana), dan paling bawah Curug Nangka.

Curug Daun

38
Jalan setapak menuju Curug Daun dan Kawung. Setapak ini berselang seling dengan tangga batu. Jadi lumayanlah, anggap saja hiking πŸ˜€

IMG_20160705_092738_HDR
Melewati hutan pinus… jangan lupa foto πŸ˜€ (blur padahal… tetap dipajang hehehe)

40
Setelah kembali ke HLC, bocah langsung lanjut main di kolam. Sambil disuapi nasi goreng dan roti bakar. Mungkin karena abis dinasehati, pagi ini manis bener deh bocah ini. Kakak2nya dipanggil2 terus, cerita merepettt mulu, yang abis dari air terjunlah… inilah… itulah… trus nyebut dirinya sebagai “aku” biasanya “pia” lucu banget sampai saya ngikik2 sendiri. Btw, 2 kakak beradik ini pinter banget lho. Ortunya teman gereja Opa Herman, tapi sepertinya sudah dianggap keluarga sendiri. Kemarin ortunya balik Jakarta, dan mereka stay berdua saja di tenda untuk beberapa hari. Karena tendanya sebelah tenda kita, malam2 sebelum tidur saya dengar  mereka putar lagu rohani. Udahlah pemberani, pintar, manis, cinta Tuhan lagi. Komplit.
41
Abis main di kolam, oliv lanjut main di sungai yang dibawah jembatan. 
42
Banyak ikan2 kecil. Kalo kesini lagi harus bawa jala, lumayan seru untuk ngisi waktu.

Mencoba menangkap ikan πŸ˜‚

44
Lanjut mandi dan packing2. Hampir jam 11, tapi hubby sejak balik dari curug masih betah di cafetaria padahal belum mandi. Pas saya samperin, ternyata masih asik ngobrol dengan om Herman  dan tante Joyce sambil menikmati sepoci teh daun stevia hasil kebun disini.

45
Bermain dengan putri malu di depan tenda kecil yang sepertinya disediakan untuk main2.
46
Baru ikrib di hari kedua, padahal udah mau ciaobella -__-
47
Seneng ya liat senyum tulus dan lepas dari Om dan Tante. Kalo ada umur, semoga kita semua dapat menikmati masa tua dengan orang2 yang kita cinta serta hal-hal yang menjadi passion kita.
48
Wefie dulu sebelum pulang
49
Terimakasih banyak Om Herman dan Tante Joice. Sehat terus ya, Tuhan Yesus Memberkati.

Demikian cerita glamping pertama kita. Menyenangkan dan harus diulang. Oliv aja katanya mau nginap 10 hari :D. Pas kita mau pulang, bocah bolak balik nanya “kok pulang?” hehehe

Sedikit notes dari saya:

  1. Dilarang memasak di dalam tenda. Jika ingin masak air panas atau menghangatkan makanan bisa pakai kompor di dapur
  2. Dilarang merokok di area camp, terutama di dalam tenda dan area cafetaria.
  3. Jangan lupa membawa peralatan mandi, termasuk handuk.
  4. Jagalah selalu kebersihan. Baik di area HLC maupun di area wana wisata. Kemarin happy sih, karena di curug tidak terlihat sampah berserakan. Good Job travelers!
  5. Makan siang dan malam prasmanan dapat dipesan dengan harga 20-30k per porsi. Walau hanya 1 keluarga tetap dilayani, tapi meskipun pada saat booking baik via traveloka maupun langsung via admin HLC, kita akan menerima WA konfirmasi mengenai pesanan makan, api unggun dsbnya, ada baiknya sebelum hari H konfirmasikan kembali. Karena kemarin ada missed, pesanan kita meski sudah dibayarkan lunas, tapi ternyata admin lupa konfirmasi ke Tante Joice. Jadilah tante Joice kebingungan sendiri. Untung meskipun dadakan, cateringnya tetap mengusahakan masak, tapi baru siap jam 8 lewat. Buat kita sih gak masalah, tapi kan belum tentu semua tamu bisa mengerti. Secara administrasi masih perlu dibenahi, semoga cepat menemukan sistem yang baik ya HLC πŸ™‚
  6. Untuk api unggun, kayu bakar 15k per ikat, jagung 20k per porsi (+/- 1kg), singkong 20k per porsi, ikan bakar 35k per kilo.
  7. Jika booking online baik via traveloka maupun via Admin, free tiket masuk di gerbang 1 dan gerbang 2 dengan cukup menunjukkan bukti bookingan. Hanya perlu membayar parkir 10k.
  8. Terakhir, meskipun ini glamping, tetap tanamkan dalam diri kita untuk berempati dan bersimpati. Jangan menuntut terlalu banyak, karena glamping itu tetap ada unsur camping,  harus ada keseruan dan tantangan *uhuks*
  9. Oh iya, fasilitas dalam tenda adalah : colokan listrik, lampu, 1 lemari kecil, 4 bantal dan 4 selimut.

Segitu dulu notesnya. Kalo perlu nanti akan di update πŸ™‚

So, hayukkk glamping di Herman Lantang Camp. Pasti Krucil dan emak bapake akan mendapatkan pengalaman seru dan menyenangkan.

Cheers,

AL

 

Advertisements