Serunya Glamping di Herman Lantang Camp-Bogor

Glamping aka glamorous camping. Gaya hidup kekinian yang lagi hits. Glamping ini cocok bagi pemula seperti kami, yang ingin seru2an camping sambil menanamkan cinta alam pada anak, tapi gak mau ribet dengan segala urusan peralatan tidur, makan dan tenda. Saat ini glamping ground sudah menjamur dimana-mana. Yang dekat dari Jakarta ada di Gunung Pancar, Bogor, Sukabumi, Lembang, Ciwidey dll. Tapi, setelah survey via google :D, untuk dapat merasakan pengalaman glamping kita harus merogoh kocek yang cukup dalam, rata2 mematok harga 300k-600k per orang.

Sampai pada suatu hari yang cerah :D, saat saya kembali bermain di traveloka dalam rangka mencari wangsit ide mengisi 1-2 hari libur lebaran kemarin, mata saya tertumbuk pada Herman Lantang Camp. Mulanya reaksi saya adalah *errrrr hotel apaan nih?* dilanjut klik satu persatu mulai dari deskripsi, harga, photo, lanjut review, kemudian saya bersorak, ini dia yang saya cari! :D. Glamping dengan lokasi dekat, murah, bagus (based on review), bonus berkenalan dengan pendiri dan pemiliknya yang adalah seorang legend di komunitas pecinta alam.

Beliau adalah salah satu pendiri Mapala UI, sekaligus sahabat Soe Hok Gie. Maunya sih langsung booking dan bayar, tapiiii ini harus didiskusikan dulu dengan Pak Suami yang tidak berjiwa petualang (meskipun glamping itu tingkat kenyamanannya hampir menyerupai budget hotel, kecuali Highland Camp ya, itu sih setara hotel bintang 4 or 5). Karena kalo saya iseng ajak camping, tanggapannya lempeng2 aja :D. Pas saya liatin tentang HLC ini, hubby tertarik. Tapi, lebih seru kalo rame2 katanya. Jadilah saya booking 2 camp via traveloka, karena selain harganya lebih murah dari publish rate di Admin HLC, masih dapat potongan 10% promo ramadhan traveloka. Jadi untuk 2 camp (1 camp kapasitas 4 org) harganya kurang dari 800k yeayyy! (updated : harga per Maret 2017 sekitar 800-900k per camp di traveloka).

Tibalah hari yang dinanti, Senin, 4 Juli yang merupakan hari pertama libur lebaran, kita berangkat ke HLC jam 8.15. Sesuai perkiraan perjalanan lancarrrr sampai keluar pintu tol Bogor. Setelah +/- 50 menit dan setelah melewati Highland Park Resort, sampailah kita di HLC.

2
Gerbang 1 – TNGHS
1
Gerbang  2 – TNGHS
3-4
Hanya sekitar 200-300 meter dari gerbang ke-2 akan kita jumpai jembatan HLC di sebelah kanan jalan
5
Tempat parkir camp dan Taman Nasional. Karena ini masih bulan puasa jadi agak sepi. Keadaannya akan berbeda jika weekend atau hari libur. Pas kita pulang keesokan harinya, parkirannya penuh karena sebagian orang sudah memanfaatkan hari libur lebaran untuk wisata. Setelah bangunan merah itu sudah masuk area taman nasional. Jembatan HLC persis sebelum parkiran ini.
6
Kita sampai sekitar 10.30 dan belum bisa check in karena waktu check ini adalah jam 2 siang. Memang rencananya kita mau main ke curug terlebih dulu. Jadi setelah registrasi kita berangkat ke curug sambil membawa makan siang yang sudah disiapkan dari rumah oleh teman kita. Tapi sebelumnya wefie dulu donk bersama Gunung Salak 😀
IMG_20160704_105312_HDR
Barisan pohon pinus. Mau nari-nari? bisaaaa
IMG_20160704_105238_HDR
mau lari-lari? bisaaaa
9
narsis bareng mami? bisaaaa. Tapi tetap harus hati2 ya, karena ini adalah jalan raya 😀
10
Banyak warung minuman dan makanan ringan. Ada juga warung nasi, sepertinya kalo bukan bulan puasa bakal lebih meriah dagangannya
11
Wefie dengan latar camping ground yang berada di dalam taman nasional

 

12
Lips : Purbasari colour matte no. 81 ditimpa no. 89 karena ternyata no 81 pucettt banget disaya. Kalo yang 83 malah terlalu gelap, jadi makenya dicampur aja suka2. EH… salah kamar makkkk, itu bagiannya beauty blogger hihihi.   Nemu lapak dagangan dengan tempat duduk bambu yang kosong. Jadi kita manfaatkan untuk makan siang.
13
Kita enak2 makan pakai tuna suwir pedas dan bakut sayur asin, anak ini makan nasi pakai sosis aja (itu juga dipaksa, makanya mukanya melasss ngono hiks). Kok picky nya belum berkurang ya, padahal udah 4 tahun *sigh*

CURUG NANGKA

14
Setelah makan lanjut jalan sedikit, nanti akan ketemu petunjuk jalan. kalo naik terus keatas akan ketemu Curug Daun dan Curug Kaung. Kalo ke bawah, masuk aliran sungai, itu menuju Curug Nangka. Kondisi perjalanannya seperti ini, kalo debit air normal, paling dalam mencapai selutut dewasa. Asik sih, airnya jernih dan dingin, Tapi tetap harus hati2 karena bebatuannya licin.
15
Ini dia… Curug Nangka…
17
Bocah kedinginan karena cipratan air 😀

16

 

17b
Setelah puas bernarsis ria menikmati keindahan dan kesejukan  air curug nangka, kita kembali ke HLC. Ternyata sudah bisa check in. Bangunan atap hijau itu adalah bangunan serbaguna. Karena disitu adalah tempat tinggal Om Herman dan Tante Joice (mereka punya rumah juga di Jakarta), disitu tempat sarapan (menu biasanya nasi goreng dan roti bakar), disitu cafetaria (mulai dari pop mie, makanan kecil, pisang goreng dll), disitu juga tersedia air mineral galon, kompor, kopi, teh dan gula yang dapat kita seduh sendiri dengan bebas. Di lantai atas bisa dipakai untuk sholat. Backgroundnya adalah gunung salak yang kadang terlihat jelas, kadang tertutup kabut. sebelah kanan adalah deretan tenda. Pada awal berdiri hanya ada 10 tenda masing2 berkapasitas 4 orang. Saat ini sudah ada 15 tenda, dan sepertinya akan terus bertambah.

18

Rombongan teman gereja yang datang dari jakarta untuk merayakan ulang tahun Opa Herman yang telah lewat beberapa hari lalu.

20
Bocah gabung renang dengan anak2 lain. Tapi diam seribu bahasa, ada kakak yang tanya namanya, malah dia pasang muka judes. *tepok jidat*. Maaf yah kakakkk, kalo judesnya lagi kambuh, ya gini kelakuannya, tapi kalo lagi normal, anaknya manis kok :))
22
spot api unggun
24
Suasana malam di camp. Malam ini tenda yang terisi hanya 5. Tapi pas Idul fitri katanya sudah full booked.
25
Menghalau dingin dengan ngeriung di Api unggun. Keluarga yang disebelah kanan itu akan menginap 4 malam… ckckck hebat ya, padahal ada 1 peserta yang masih bayi 1 tahunan.
26
Setelah kayu api unggun jadi arang, mari kita bakar jagung.
27
Setelah menghabiskan 2 potong jagung bakar, tidak terasa hampir jam 11 malam. Bersih2, masuk tenda, cerita2, bobo lelap zzzzz
28
Good morning Mount Salak. at 6 am
30
Mt. Salak at 7.30 am. Setelah semua pasukan bangun, dengan hanya cuci muka (dan dandan alakadarnya untuk keperluan photo session :D) kita kembali masuk ke taman nasional. Sarapannya nanti saja setelah kembali dari curug, karena sarapannya juga belum siap. Tante Joice masak sendiri, yang bantu2 sudah ijin tidak masuk dalam rangka persiapan menyambut lebaran.
31
Abaikan muka bantal sayah. Pengen nunjukkin camping ground di dalam taman nasional yang sudah lebih ramai dibandingkan kemarin siang. Kapan ya, bisa naik tingkat camping di tenda gini? tanpa kasur empuk??  errrr kapan2 aja deh 😀 Tapi kalo disini ada plusnya, bisa pasang hammock di pohon pinus itu untuk bersantai

CURUG DAUN

32
hello Curug Daun.
33
masih belajar pakai tongsis 🙂

34

35
Curug Daun ini adalah curug yang  letaknya di tengah. Paling atas adalah Curug Kaung/Kawung (kita gak kesana), dan paling bawah Curug Nangka.
37
Curug Daun
38
Jalan setapak menuju Curug Daun dan Kawung. Setapak ini berselang seling dengan tangga batu. Jadi lumayanlah, anggap aja hiking 😀

 

IMG_20160705_092738_HDR
Melewati hutan pinus… jangan lupa foto 😀 (blur padahal… tetap dipajang hehehe)
40
Setelah kembali ke HLC, bocah langsung lanjut main di kolam. Sambil disuapi nasi goreng dan roti bakar yang sudah siap. Karena tadi sepanjang pulang dari curug saya nasehati untuk gak boleh judes, karena via kan anak manis.. endebra2. Trus dia say “sorry…”. Eh taunya masuk juga ke kuping, karena waktu dia main di kolam trus 2 kakak ini bergabung (kk yg kanan yang kemarin nyapa oliv), duilehhhh manis bener sikapnya. dipanggil2 terus kakaknya, trus cerita merepettt mulu, yang abis dari air terjunlah… inilah… itulah… trus nyebut dirinya sebagai “aku” biasanya pia… lucu banget sampai saya ngikik2 sendiri. Btw, 2 kakak beradik ini pinter banget lho. Ortunya teman gereja Opa Herman, tapi sepertinya sudah dianggap keluarga sendiri. Kemarin ortunya balik Jakarta, dan mereka stay berdua saja di tenda untuk beberapa hari. Karena tendanya sebelah tenda kita, malam2 sebelum tidur saya dengar  mereka putar lagu rohani. Udahlah pemberani, pintar, manis, cinta Tuhan lagi. Komplit.
41
Abis main di kolam, oliv pengen main di sungai yang dibawah jembatan. Jadi awalnya kalo dari parkiran mau ke HLC kita harus turun melewati sungai, yang sudah dibuatkan jalan setapak kecil. Tapi ternyata kalo di gunung hujan besar, maka kedalaman sungai ini bisa mencapai 1 meter, sehingga kesulitan untuk nyebrang. Jadi dibuatlah jembatan oleh HLC.
42
Banyak ikan2 kecil. Lain kali kalo kesini lagi harus bawa jala kecil. Lumayan seru untuk ngisi waktu.

43

44
Habis main disungai, lanjut mandi dan packing2. Hampir jam 11, dan hubby sejak balik dari curug masih betah di cafetaria padahal belum mandi. Pas saya samperin, ternyata masih asik berbincang dengan om dan tante *menimba ilmu*. Entahlah apa saja yang dibicarakan mereka sambil menikmati sepoci teh daun stevia hasil kebun disini.
45
Bermain dengan putri malu di depan tenda kecil yang sepertinya memang disediakan untuk main2.

46

Baru ikrib di hari kedua, padahal udah mau pulang -__-

47
Seneng ya liat senyum tulus dan lepas dari Om dan Tante. Kalo ada umur, semoga kita semua dapat menikmati masa tua dengan hal-hal yang kita benar2 cinta. Seperti om dan tante.
48
Wefie dulu sebelum pulang
49
Terimakasih banyak Om Herman dan Tante Joice. Sehat terus ya, Tuhan Yesus Memberkati.

Demikian cerita glamping pertama kita. Menyenangkan dan harus diulang. Oliv aja katanya mau nginap 10 hari :D. Pas bilang kita mau pulang, bocah bolak balik nanya “kok pulang?” hehehe

Sedikit notes dari saya:

  1. Dilarang memasak di dalam tenda. Jika ingin masak air panas atau menghangatkan makanan bisa pakai kompor di dapur
  2. Dilarang merokok di area camp, terutama di dalam tenda dan area cafetaria.
  3. Jangan lupa membawa peralatan mandi, termasuk handuk.
  4. Jagalah selalu kebersihan. Baik di area HLC maupun di area wana wisata. Kemarin cukup happy sih, karena di curug tidak terlihat sampah berserakan. Good Job travelers!
  5. Makan siang dan malam prasmanan dapat dipesan dengan harga 20-30k per porsi. Walau hanya 1 keluarga tetap dilayani, tapi meskipun pada saat booking baik via traveloka maupun langsung via admin HLC, kita akan menerima WA konfirmasi mengenai pesanan makan, api unggun dsbnya, mohon 1 minggu sebelumnya konfirmasikan kembali. Karena kemarin ada missed, pesanan kita meski sudah dibayarkan lunas, tapi ternyata admin lupa konfirmasi ke Tante Joice. Jadilah tante Joice kebingungan sendiri. Untung meskipun dadakan, cateringnya tetap mengusahakan masak, tapi baru siap jam 8 lewat. Buat kita sih gak masalah, tapi kan belum tentu semua tamu bisa mengerti. Secara administrasi masih perlu dibenahi, semoga cepat menemukan sistem yang baik ya HLC 🙂
  6. Untuk api unggun, kayu bakar 15k per ikat, jagung 20k per porsi (+/- 1kg), singkong 20k per porsi, ikan bakar 35k per kilo.
  7. Jika booking online baik via traveloka maupun via Admin, free tiket masuk di gerbang 1 dan gerbang 2 dengan cukup menunjukkan bukti bookingan. Hanya perlu membayar parkir 10k.
  8. Terakhir, meskipun ini glamping, tetap tanamkan dalam diri kita untuk berempati dan bersimpati. Jangan menuntut terlalu banyak, karena bagaimanapun glamping tetaplah harus ada unsur camping, yang pasti ada tantangan 😀

Segitu dulu notesnya. Kalo perlu nanti akan di update 🙂

So, hayukkk glamping di Herman Lantang Camp. Pasti Krucil dan emak bapake bakal mendapatkan pengalaman seru dan menyenangkan.

Cheers,

AL

 

Advertisements

4 thoughts on “Serunya Glamping di Herman Lantang Camp-Bogor

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s